BULLETIN
Menjadi Bangsa Yang Merdeka !!!
 

Kata Pengantar

Bulan Agustus, masyarakat Indonesia selalu sibuk dengan romantika kemerdekaan. Jalanan dihiasi, lomba-lomba digelar dan pidato-pidato mengenai Indonesia tiba-tiba bergaung di kampung-kampung. Menelisik kedalam benak kesadaran menjadi bagian Indonesia merupakan hal yang menarik, karena tiba-tiba saja mereka terhempas dari rutinitasnya dan menjadi "sadar" akan eksistensi bangsanya.

Kekecewaan terhadap negara, sebagai representasi kekuasan bangsa tiba-tiba dihempas. Permasalahan multidimensi tak lagi dibicarakan di bulan-bulan ini. Permasalahan ekonomi, masalah yang paling terasa bagi sebagian besar masyarakat, tak lagi dibicarakan. Dengan begini mucul sebuah pertanyaan, apakah nasionalisme menghempas diri masyarakat dari realitas? Pertanyaan inilah yang diangkat dalam Trotoar Magz kali ini, mencoba meraba nasionalisme yang lebih obyektif.

Hari-hari mendekati HUT kemerdekaan RI selalu saja ada acara meriah di tengah kesedihan, karena bangsa ini sejak berdirinya jarang diliputi oleh kebahagiaan yang diprakarsai oleh negara. Tetapi upacara bendera dan lomba-lomba di kampung selalu saja meriah, seperti sebuah ruang bagi capeknya pikiran yang terlalu terbebani oleh rutinitas yang pahit.

Dan semua orang tiba-tiba merasa mendapatkan peran dalam berproses menjadi bangsa. Pidato-pidato mengenai negara bergaung dari istana negara hingga di acara kampung. Semua berbicara mengenai sejarah bangsa, kebanggaan menjadi Indonesia dan apa makna hari ini dalam penaggalan nasional Indonesia.

Sedang hari itu jugs logika kita mengenai busuknya korupsi di atas harta negara, mengenai kebijakan  akan pemerintah yang tak lagi berpihak kepada masyarakat, ataupun nnengenai; mahalnya biaya sekolah menjadi buyar. Tak ada orang yang mengartikan kemerdekaan adalah jembatan bags kemakmuran bersama. Menjadi Indonesia tak lagi betarti senasib sepenanggungan.

Dengan goresan yang ada dalam beberapa gelintir, halaman di dalam, kami (red) mengharapkan kepada khalayak pembaca untuk menelisik apa makna menjadi Indonesia di tengah romantika proklamasi. Karena menjadi Indonesia bukan hanya momen tentunya, akan tetapi sebuah proses. Proses untuk menggapai apa yang dicita-citakan oleh bangsa ini, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.(redaksi)

 

Daftar Isi

  • Belakang Meja
  • Menu Bulan Ini
  • Surat Pembaca
  • Marka (Focus Utama) : Masihkah Kita Satu Nusa Dan Satu Bangsa
  • Rambu (Fous Khusus) : Napak Tilas Pemuda Indonesia
  • Marka (Focus Utama) : Merdeka 100%
  • Rambu (Focus Khusus) : Lika-Liku Kekerasan
  • Kabar Dari Akpol
  • Lapor (Kegiatran COP)
  • Sorot : Kisah Para Penambang Pasir
  • Resensi
  • Opini : Komando Jihad : Potret Pelanggaran HAM
  • Catatan Kaki : Polisi Jangan Takut Berpolitik
English
go to english page
Penelitian
daftar penelitian PUSHAM UII
Perpustakaan
daftar buku koleksi PUSHAM UII
Kaos PUSHAM UII
Kaos terbitan PUSHAM UII
Bulletin
Bulletin terbitan PUSHAM UII
Buku
Buku terbitan PUSHAM UII
Newsletter & Komik
newsletter dan komik terbitan PUSHAM UII
Catatan Pinggir
renungan dan analisis singkat
Catatan Pinggir
17 Maret 2021

Oleh: Dr. Despan Heryansyah, SHI., SH., MH.
(Peneliti Pusat Studi Hukum Konstitusi (PSHK) FH UII Yogyakarta)

Terminologi yang penulis gunakan dalam artikel ini adalah “pemilukada”, bukan “pilkada”, bukan pula “pemilihan” seperti yang selama ini digunakan. Terkait dengan pemilihan kepala daerah, terdapat perdebatan panjang yang melelahkan bahkan sampai hari ini belum selesai, yaitu apakah rezim pemilihan kepala daerah termasuk rezim pemilu, ataukah rezim pemilihan kepala daerah.

News
05 November 2020
Saat ini, terdapat sembilan (9) UPT Pemasyarakatan di Jogjakarta yang baru saja melembagakan ULD yaitu: Lapas Kelas IIB Sleman, Rupbasan Kelas I Yogyakarta, Rutan Kelas II Bantul, Rupbasan Kelas II Bantul, Rutan Kelas IIB Wates, ....
20 Oktober 2020
Merespon perintah langsung dari Pasal 37 UU No. 8 Tahun 2016 tersebut, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjend PAS) pada tanggal 1 Sepetember 2020 lalu mengesahkan Surat Edaran Nomor: PAS-18.HH.01.04 Tahun 2020
13 Oktober 2020
Policy Brief yang diajukan oleh Pusham UII kepada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta, mengenai pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD)
08 Oktober 2020
Policy Brief yang diajukan oleh Pusham UII kepada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta, mengenai pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD)...