KEGIATAN
23 Agustus 2020
DISKUSI ONLINE : Perempuan Merawat Kemerdekaan dan Mengukuhkan Persaudaraan Lintas Iman
 

Kulon Progo adalah satu dari lima kabupaten/kota yang ada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Letaknya dibagian barat yang langsung berbatasan dengan Kabupaten Purworejo dan bagian utara dengan Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Menurut Data Badan Pusat Statistik Kulon Progo tahun 2016, penduduk Kulon Progo terdiri berbagai agama dan keyakinan. Umat Buddha berjumlah 643 jiwa, umat Hindu berjumlah 26 jiwa, umat Kristen berjumlah 5.933 jiwa, umat Katolik berjumlah 18.538 jiwa, umat Islam berjumlah 420.135 jiwa, umat Konghucu 1 jiwa dan umat penghayat kepercayaan yang tersebar di beberapa kecamatan. Kehadiran umat beragama yang beranekaragam dan didukung oleh kebijakan pemerintah daerah yang inklusif telah menjadikan Kulon Progo sebagai salah satu kabupaten toleran di Indonesia.

Kabupaten Kulon Progo memiliki cukup banyak organisasi perempuan yang ambil bagian dalam penguatan, pemberdayaan dan pembangunan masyarakat. Beberapa diantaranya ialah Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Gabungan Organisasi Wanita, Wanita Tani, Perempuan Pesisir, Perempuan Berkebaya serta berbagai organisasi perempuan lembaga keagamaan. Selain itu, juga terdapat berbagai organisasi dan forum lintas keagamaan, kebudayaan dan kepemudaan. Organisasi-organisasi ini telah bergerak dan turut serta dalam membangun kehidupan masyarakat di Kulon Progo. 

Di perayaan kemerdekaan Indonesia ke-75, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Perempuan Berkebaya, FKUB dan FPLA Kulon Progo bekerjasama dengan Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Islam Indonesia (PUSHAM UII) mengadakan diskusi publik yang mengangkat tema “Perempuan Merawat Kemerdekaan dan Mengukuhkan Persaudaraan Lintas Iman” sebagai bagian dari upaya bersama merawat perdamaian dan mengukuhkan keindonesiaan di Kulon Progo.

Dialog perempuan merawat kemerdekaan dan mengukuhkan persaudaraan lintas iman yang diinisiasi oleh GOW, Perempuan Berkebaya, FKUB dan FPLA bekerjasama dengan PUSHAM UII bertujuan:

  1. Sebagai sarana perjumpaan masyarakat lintas iman di Kabupaten Kulon Progo;
  2. Tempat bertukar gagasan dan pengalaman perempuan mengenai upaya merefleksikan kemerdekaan, menjaga persaudaraan, dan memperkuat keindonesiaan di Kabupaten Kulon Progo;
  3. Sebagai upaya memperteguh ketahanan sosial yang telah dihidupi oleh perempuan dan masyarakat di Kulon Progo.

 

Para pembicara yang dihadirkan dalam dialog ialah Ketua PKK Kulon Progo, Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Kulon Progo dan Ketua Gabungan Organisasi Wanita Kulon Progo dengan moderator Ketua Perempuan Berkebaya Kulon Progo.

Pembicara pertama, Rismiyati, S.Sos sebagai Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kulon Progo. Ibu Riris akan berbicara mengenai pengalaman organisasi perempuan menjalin persaudaraan dan melakukan pemberdayaan bagi anggotanya dan masyarakat. Apa tantangan organisasi perempuan yang penyelesaiannya memerlukan dukungan dari pemerintah daerah.

Pembicara kedua, Elda Tri Wahyuni, S.Si., M.M sebagai Kepala Bidang Kesatuan Bangsa, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kulon Progo. Ibu Elda akan berbicara mengenai peran pemerintah kabupaten memberdayakan organisasi perempuan lintas iman bagi kemajuan perempuan, perdamaian dan pembangunan di Kulon Progo.

Pembicara ketiga, Dra. Sri Wahyu Widati Sutejo sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kulon Progo. Ibu Widati akan berbicara mengenai refleksi kemerdekaan Indonesia ke-75 bagi perempuan di Kulon Progo. Bagaimana tantangan dan peluang perempuan dan gerakan perempuan untuk memberdayakan dirinya serta kehidupan masyarakat yang damai di Kulon Progo.

Dialog perempuan merawat kemerdekaan dan mengukuhkan persaudaraan lintas iman akan dilaksanakan pada:

Hari, tanggal    : Sabtu, 22 Agustus 2020

Waktu              : 09.00 – 11.00 WIB

Diskusi akan dilaksanakan secara online dengan media yang digunakan ialah:

Aplikasi           : Zoom Cloud Meeting

Peserta dialog perempuan merawat kemerdekaan dan mengukuhkan persaudaraan lintas iman berjumlah 40 orang yang berasal dari:

  1. Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kulon Progo
  2. Perempuan Berkebaya Kulon Progo
  3. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kulon Progo
  4. Forum Pemuda Lintas Agama (FPLA) Kulon Progo
  5. Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kulon Progo
  6. Bhayangkari Kulon Progo
  7. Persatuan Istri Tentara (Persit) Kulon Progo
  8. Kelompok Wanita Tani (KWT) Kulon Progo
  9. Pusat Pembelajaran Perempuan dan Anak (P3A) Kulon Progo
  10. Perempuan Wirausaha Kulon Progo
  11. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P3PA) Kulon Progo
  12. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kulon Progo
  13. Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Islam Indonesia (PUSHAM UII)
  14. Jaringan PUSHAM UII
English
go to english page
Penelitian
daftar penelitian PUSHAM UII
Perpustakaan
daftar buku koleksi PUSHAM UII
Kaos PUSHAM UII
Kaos terbitan PUSHAM UII
Bulletin
Bulletin terbitan PUSHAM UII
Buku
Buku terbitan PUSHAM UII
Newsletter & Komik
newsletter dan komik terbitan PUSHAM UII
Catatan Pinggir
renungan dan analisis singkat
Catatan Pinggir
21 September 2020

Oleh: Despan Heryansyah

(Peneliti Pusat Studi Hukum Konstitusi (PSHK) dan Mahasiswa Program Doktor FH UII Yogyakarta)

Ada yang anomali dalam sistem perwakilan Indonesia. Anomali itu, kalau kita perhatikan dari fenomena yang terjadi belakangan ini, bahkan berada dalam substansi atau jantung dari sistem perwakilan itu sendiri.

News
21 September 2020
Forum Pemuda Lintas Agama (FPLA) Kab. Bantul sudah berdiri sejak 2017. Sebuah organisasi yang berisi para pemuda-pemudi dari berbagai latar belakang agama dimana keberadaannya diinisiasi dan difasilitasi oleh Kantor Kementrian Agama Kab. Bantul.
18 September 2020
Pusham UII telah mendampingi Kantor Wilayah Kemenkumham DIY untuk mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) pada masing-masing UPT.
10 September 2020
Pusham UII telah mendampingi Kantor Wilayah Kemenkumham DIY untuk mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) pada masing-masing UPT.
10 Agustus 2020
Penggalan pidato presiden Soekarno diatas merupakan kalimat yang cukup popular dan seringkali dikutip. Dalam pemaknaan Soekarno masa depan suatu bangsa sangat ditentukan oleh generasi muda.