ACTIVITIES
September 28, 2020
Diskusi Partisipatif Forum Pemuda Lintas Agama Kabupaten Bantul
 

Forum Pemuda Lintas Agama (FPLA) Kabupaten Bantul sudah berdiri sejak 2017.  Sebuah organisasi yang berisi para pemuda-pemudi dari berbagai latar belakang agama dimana keberadaannya diinisiasi dan difasilitasi oleh Kantor Kementrian Agama Kab. Bantul. Dengan dukungan dari Kemenag, organisasi ini sudah menjalankan beberapa kegiatan. Setidaknya 2 kali outbond pernah dilakukan, beberapa diskusi juga pernah melibatkan FPLA Bantul. Namun sayangnya kegiatan FPLA tidak bisa berjalan secara berkelanjutan. Kegiatan FPLA yang bergantung kepada dukungan dari Kemenag terhenti ketika Kemenag tidak lagi bisa mengalokasikan dukungan financial kepada FPLA. Praktis tidak ada kegiatan yang bisa dilakukan. Meskipun struktur kepengurusan sudah terbentuk, namun sangat disayangkan tahun-tahu awal pembentukan yang merupkan fase krusial FPLA Bantul justru minim dukungan. Tidak adanya inovasi kegiatan dan terputusnya komunikasi antar anggota pada akhirnya membuat FPLA vacuum sebagai sebuah organisasi. Hal ini

Di tengah semakin menguatnya politik identitas di Kab. Bantul sejatinya FPLA mempunyai peran yang cukup strategis sebagai organ penebar kerukunan dan perdamaian. Keberadaan pemuda lintas agama ini dengan berbagai aktifitasnya akan menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa perbedaan keyakinan bukan menjadi halangan untuk bisa bekerjasama mewujutkan masyarakat yang rukun damai di tengah kemajemukan. Untuk itu penting kiranya memperkuat kembali organisasi FPLA. Hal ini krusial untuk dilakukan. Kita tentu mengharapkan organisasi FPLA menjadi wadah bagi semua golongan, memiliki perspektif yang bagus, dan yang pasti “mengenal dirinya”. Bukan suatu organ yang mati-tenggelam karena hasil “karbitan”. Ada beberapa hal yang prioritas untuk dilakukan. Pertama ialah membangun bonding antar anggotaFPLA. Hal ini merupakan upaya untuk “mengenal dirinya” (FPLA). Ketika FPLA Bantul mampu “mengenal dirinya” diharapkan tujuan besar untuk merawat kerukunan dan toleransi berangkat dari kesadaran diri, bukan atas mandat institusi manapun. Kedua ialah memperkuat perspektif kerukunan dan toleransi. Pun sering dilakukan, nilai-nilai toleransi dan kerukunan penting untuk diulang dan terus diklarifikasi. Ketiga ialah tersedianya ruang-ruang perjuampaan antara anggota FPLA yang sifatnya berkelanjutan. Adapun kegiatan-kegiatan yang selama ini dilakuakn oleh FPLA Bantul, yang diinisiasi oleh Kemenag Bantul, sebatas pada point kedua. Hal ini biasa terjadi pada institusi—manapun—yang kegiatannya sangat dipengaruhi oleh anggaran. Ketika anggaran tidak memiliki keberpihakan pada upaya-upaya yang bisa mendorong kerukuna dan toleransi di masyarakat, maka organisasi macam FPLA Bantul akan terus mati suri. Memperkuat FPLA Bantul juga menjadi vocal point dalam mendorong kemandirian suatau organisasi, karena diharapkan ketika fase “mengenal dirinya” dapat dilalui, langkah selanjutnya ialah melakukan advokasi untuk memperkuat lembaga.

Berangkat dari kebutuhan tersebut Pusham UII bekerjasama dengan FKUB Bantul  mengadakan diskusi-reflektif yang bertujuan untuk memperkuat FPLA Bantul. Dengan menggunakan metode-metode yang menarik diharapkan forum tersebut menjadi ruang untuk membangun bonding dan peningkatan kapasitas anggota FPLA Bantul. Diskusi akan dilaksanakan dengan tetap menerapkan protocol kesehatan dan berada ditempat terbuka.

Kegiatan dilakukan pada hari Sabtu, 26 September 2020 bertempat di Resto Ikan Bakar Bantul yang beralamatkan di Jl. Gatot subroto, Menden, Bantul

Kegiatan ini Bertujuan :

  1. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kembali hubungan dan komunikasi antar sesama anggota FPLA.
  2. Peningkatan kapasitas anggota FPLA Bantul.

Peserta berjumlah 10 anggota FPLA :

-        Islam 4 orang ( NU 2 orang + Muhammadiyah 2 orang)

-        Katholik 3 orang

-        Kristen 3 orang

Indonesia
versi Bahasa Indonesia
Research
research held by PUSHAM UII
Library
a library of PUSHAM UII
T-Shirts
T-shirt produced by PUSHAM UII
Bulletin
bulletin published by PUSHAM UII
Books
books published by PUSHAM UII
Newsletter & Comics
newsletter and comic published by PUSHAM UII
Catatan Pinggir
short analysis about human rights
Catatan Pinggir
October 20, 2020

Oleh: Dr. Despan Heryansyah, SHI., SH., MH.
(Peneliti Pusat Studi Hukum Konstitusi (PSHK) FH UII Yogyakarta)

Salah satu instrumen penting dan substansial dalam pemiluhan umum adalah mekanisme atau sistem keadilan pemilu. Sistem keadilan pemilu sederhananya dapat dimaknai sebagai sistem untuk memastikan proses pemilu di suatu negara berjalan secara bebas, adil, dan jujur. Dalam sistem tersebut terdapat beberapa bagian, di mana salah satunya adalah mekanisme penegakan hukum pemilu. Mekanisme ini digunakan sebagai sarana terakhir dalam membentengi keadilan pemilu.

News
October 20, 2020
Merespon perintah langsung dari Pasal 37 UU No. 8 Tahun 2016 tersebut, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjend PAS) pada tanggal 1 Sepetember 2020 lalu mengesahkan Surat Edaran Nomor: PAS-18.HH.01.04 Tahun 2020
October 13, 2020
Policy Brief yang diajukan oleh Pusham UII kepada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta, mengenai pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD)
October 8, 2020
Policy Brief yang diajukan oleh Pusham UII kepada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta, mengenai pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD)...
October 7, 2020
Perempuan Berkebaya Kulon Progo adalah organisasi perempuan lintas iman yang didirikan pada 30 Agustus 2019. Perempuan Berkebaya memandatkan diri untuk turut serta dalam pelestarian budaya dan menjaga kerukunan antar iman di Kulon Progo.