CATATAN PINGGIR
‹‹  prev | 3 |  next  ››
  • October 4, 2012

    Mengapa Gerakan dan Politik Islam (Gemar) Melayani Kekuasaan?

    Dian Yanuardy

     

    Awal

    Terdapat optimisme yang kuat dari sejumlah peneliti dan pengamat gerakan Islam, bahwa gerakan Islam adalah suatu kekuatan besar yang dapat menjadi elemen penting dari perubahan sosial di Indonesia. Kajian Hefner, misalnya, menyoroti tentang kekuatan kelompok Islam sipil dan demokratik sebagai tulang punggung demokrasi di Indonesia (Hefner 2000; Ramage 2002). Telaah serupa, dengan tekanan yang berbeda, juga pernah disuarakan oleh Eko Prasetyo yang menyebut bahwa kelompok Islam fundamentalis juga memiliki modal sosial yang tak kalah berharganya: barisan massa yang aktif dan militan, sikap oposisional terhadap imperialisme Barat, serta gaya hidup yang bertolak belakang dengan kultur kapitalisme (Prasetyo, 2003).

  • May 25, 2012

    Oleh : Tri Guntur Narwaya, M.Si

    “saya ingin memberikan Chaves paspor sehingga ia dapat menjadi warga Palestina.Kemudian kami memilih dia menjadi presiden Presiden,”

    (Mahmud Zwahreh, walikota Al-Masar, dekat kota Bethlehem)

    Kawasan Timur Tengah terus dan kian bergolak. Setiap waktu catatan tentang konflik dari skala kecil sampai yang besar tidak pernah terhenti terdengar. Kawasan ekonomi politik yang basah dengan segala potensi kekayaan dan sekaligus problem konflik berkepanjangan. Dalam catatan sejarah, di wilayah inilah medan laboratorium tempur berbagai ketegangan politik dan perang bersenjata pernah digelar. Tidak tanggung-tanggung ‘proyek bisnis perang’ terhitung mendapat lahan basahnya di kawasan ini.

  • April 26, 2012

    DARI USHUL FIQHI SAMPAI PELANGGARAN HAM

     Oleh : Syakib Arsalam
    Mahasiswa Pasca Sarjana Fakultas Hukum UGM

     

    Kesulitan untuk tidak terjebak kedalam isu-isu HAM yang terbaratkan membuat ummat islam meminggirkan HAM serta mengkalim sebagai agenda kaum liberal untuk menguasai isu-isu penting dunia ketiga dalam mendapatkan persamaan dengan negara-negara maju. Efek dari dikotomi HAM dalam epistomolgi Islam telah memecah beberapa pemikir Islam kedalam kelompok-kelompok yang berujung pada tuduhan kelompok pro HAM, sebagai kaki-tangan negara kapitalis.

  • March 12, 2012

    Perspektif Islam terhadap Hak Buruh

    Oleh : Eko Riyadi
    Staf PUSHAM UII

    Introduksi

    Terdapat dua argumen penting untuk membicarakan Islam dan hak buruh pada saat ini, pertama, pemerintah Indonesia baru saja menandatangani Surat Kesepakatan Bersama Empat Menteri yang salah satunya membatasi kenaikan upah minimum regional bagi buruh. Kebijakan yang diambil oleh pemerintah ini menuai kecaman dan menyebabkan gelombang demosntrasi di berbagai daerah terutama kantong-kantong perusahaan masal.

  • February 28, 2012

    KEMISKINAN ADALAH PELANGGARAN HAM

    Oleh : Imron, staf Pusham-UII

     

    Persoalan kemiskinan di Indonesia dari satu pemerintahan ke pemerintahan yang lain hingga saat ini belum teratasi dengan baik, bahkan cendrung meningkat pasca tumbangnnya rezim orde baru. Seperti yang diberitakan oleh Kompas bahwa dalam sepuluh tahun terakhir, angka kemiskinan di Indonesia belum membaik. Hingga Juni 2007, angka kemiskinan masih berada pada angka 37,17 juta jiwa atau 17,75 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Namun jika diukur dengan penghasilan sebesar 2 dolar perhari menurut bank dunia maka angka kemiskinan akan sangat banyak yaitu 108 juta orang.

  • December 15, 2011

    Muammar Fikrie

    Beberapa waktu lalu penulis sempat mengikuti sebuah seminar, yang diselenggarakan oleh salah satu ormas di Yogyakarta. Dalam kesempatan itu salah satu pembicaranya, Eko Prasetyo melemparkan pendapatnya soal kepahlawanan. Menurut bung Eko, dirinya terheran-heran melihat gambar-gambar pahlawan yang diperlihatkan kepada anak-anak usia Sekolah Dasar.

  • December 9, 2011

    M. Mahrus Ali *

    “Para pahlawan bukan untuk dikagumi, tapi untuk diteladani. Maka makna-makna yang mendasari tindakan mereka yang perlu dihadirkan ke dalam kesadaran kita”

    Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu merealisasikan cita-cita pendahulunya, sebaliknya suatu bangsa akan menjadi kerdil bila ia menghianati cita perjuangan para pahlawannya tersebut. Adalah sebuah pengkhinatan terbesar bagi generasi penerus bangsa jika ia mau menyerahkan separuh “kedaulatan” bangsanya untuk kepentingan asing. Dengan dalih modernisasi itulah spirit kepahlawanan bangsa mulai sirna ditelan arus modernitas tersebut. Hilang bagaikan ditelan bumi.

  • December 9, 2011

    Oleh: Suparman Marzuki

    DOMINASI pendekatan legisme dalam penegakan hukum sejak awal abad ke-20 hingga sekarang ini memberi andil besar bagi keringnya perspektif sosial di dalam penegakan hukum. Penilaian mengenai efektifitas dan dampak sosial penegakan hukum misalnya diukur semata-mata berdasarkan kreteria rancu seperti jumlah warga negara yang terkena sasaran penegakan hukum,

  • December 9, 2011

    Oleh: Suparman Marzuki, S.H., M.Si

    CITRA polisi dalam pelaksanaan hukum dan hak asasi manusia (HAM) sepanjang kehidupan negeri ini selalu dipandang negatif karena dalam kenyataannya Polisi merupakan institusi penegak hukum yang paling transparan dalam hal pelanggaran HAM.  Tewasnya Tjetje Tajuddin, perlakuan terhadap keluarga Udin serta penangkapan dan perlakuan terhadap Iwik beberapwa waktu lalu merupakan kasus-kasus aktual yang sampai sekarang masih menyisakan masalah. Itu baru jenis kasus langsung dan harfiah pelanggaran HAM;

  • August 13, 2011

    M. Syafi’ie

    Intelijen secara harfiah dapat diartikan sebagai kecerdasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, intelejensi dimaknai sebagai  daya membuat reaksi atau penyesuaian yang cepat dan tepat, baik secara fisik maupun mental, terhadap pengalaman-pengalaman baru, membuat pengalaman dan pengetahuan yang telah dimiliki siap untuk dipakai apabila dihadapkan pada fakta-fakta atau kondisi-kondisi baru; kecerdasan.  Dalam konteks militer, intelijen merupakan tindakan lanjut dari spionase. Tugas-tugas spionase mengacu kepada pengumpulan informasi secara rahasia, dimana sumber-sumber informasi berupaya mempertahankan dan melindunginya dari rongrongan pihak lain.

  • May 24, 2011

    M. Syafi’ie

     Penangkapan sewenang-wenang terjadi lagi di Indonesia.Kali ini menimpa seorang petani berusia 46 tahun yang tinggal di Kulon Progo. Namanya pak Tukijo.
    Suaranya yang lantang menolak proyek pasir besi di Kulon Progo mengantarkannya tertelungkup dalam pengabnya  ruang jeruji tahanan di kantor Polda DIY.

     

    Nasib petani Tukijo sungguh tragis. Penangkapannya pada 1 Mei 2011 terjadi ketika dirinya sedang bekerja bersama istrinya di ladang yang terletak di Dusun Gupit , Desa Karang Sewu, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo. Jam 11.05 WIB, dirinya bersama istri istirahat dari aktifitas berladang. Sang istri sedang kembali ke rumah untuk mengambil makan siang pada siang itu.

  • March 31, 2011

    M. Syafi’ie

    Kebijakan privatisasi telah menjadi tren di banyak negara. Konsep ini seakan telah menyihir banyak pemimpin negara dunia untuk memperbaiki tata ekonomi mereka. Privatisasi dianggap mereka sebagai jawaban atas krisis pengelolaan sumber daya alam yang dikelola oleh negara. Penyerahan sumber daya alam kepada pihak swasta dianggap mereka sebagai jawaban untuk menghemat pengeluaran APBN dan APBD yang disedot oleh produksi pengelolaan sumber daya alam dan lebih memfungsikannya untuk tanggungjawab sosial lainnya.

    Sebagai satu konsep yang tren, privatisasi menggejala di tengah krisis yang terjadi di banyak negara. Sebagaimana penelitian World Bank pada tahun 1992, tercatat semenjak tahun 1980 sudah lebih dari 80 negara yang telah melaksanakan privatisasi dan melibatkan 6. 800 badan usaha milik negara yang terjadi di seluruh dunia. Usaha-usaha yang sebelumnya dikelola oleh negara banyak dijual dan dikelola oleh perusahaan-perusahaan swasta dan memakai kerangka perjanjian-perjanjian tertentu.

  • November 4, 2009

     

    Oleh: Eko Prasetyo

    Penguasa yang terburuk bukan yang suka memukul

    Melainkan yang mengharuskanmu memukul diri sendiri

    (Amin Maalouf, Cadas Tanios)

     

    Akhirnya aku bisa jadi menteri. Posisi yang dulu kuidam-idamkan. Tak main-main profesi ini. Kemana-mana aku akan dikawal. Dari pulpen hingga tas akan ada yang membawa. Komentarku pasti dikutip. Jangankan komentar cara jalanku saja akan disorot oleh kamera. Waktu ditest pertama kali kilatan kamera menyambar mukaku.

  • June 30, 2009

    Oleh : Moh. Syafi’ie, SH

    Hari kamis, 9 April 2009 merupakan hari penting bagi rakyat Indonesia. Momen yang meriah dan ditunggu-tunggu karena di hari itu suara rakyat ditentukan. Bagi orang yang percaya demokrasi bahwa rakyat adalah penguasa dan penentu kebijakan ....

  • May 25, 2009

    Moh. Syafi’ie

    (Ketua HMI Badko Indonesia Bagian Tengah Periode 2007-2009) 

    Bulan-bulan ini kita disuguhkan dengan pemberitaan yang banyak, mulai dari bentrok mahasiswa, banjir, hiruk pikuk pemilu 2009 sampai dengan pemilihan Presiden Amerika Serikat McCain dan Barrack Hussain Obama. Dari sekian berita yang ada dan cukup menyita perhatian publik khususnya diinternal umat Islam ialah eksekusi Amrozy Cs dan pernikahan Syekh Puji.

  • February 25, 2009 Supriyanto Abdi, MA

    Staff Peneliti Pusham UII

    Perdebatan seputar hubungan Islam dan HAM sulit dilepaskan dari hubn konfliktual antara dunia Islam dan Barat. Sulit dipungkiri bahwa hubungan antara Islam dan Barat selama ini masih sering diwarnai sikap saling mencurigai dan memusuhi. Di satu sisi, menyusul berakhirnya Perang Dingin, ada kecenderungan kuat di Barat untuk melihat dan memposisikan Islam sebagai musuh dan ancaman baru menggantikan komunisme yang sudah `berhasil' diruntuhkan. Samuel Huntington cukup berjasa dalam mendorong dan mempertegas kecenderungan ini melalui teorinya yang sangat terkenal tentang benturan peradaban (clash of civiliza­tions).

  • December 1, 2008

    Oleh: Suparman Marzuki

    SEMPIT dan sulitnya mencapai keadilan (acces to justice, baik dalam arti spasial, ekonomis maupun intlektual di tengah-tengah kehidupan hukum modern sekarang ini mulai menjadi kenya­taan yang dirasakan para pencari keadilan. Itu sebabnya muncul pelbagai usaha mencari jalan membatasi hambatan tersebut dengan menciptakan alternatif-alternatif menuju keadilan.

  • August 5, 2008

    Oleh: Suparman Marzuki

    PEMBUNUHAN, perampokan, tawur massal, penjarahan, dan macam-macam bentuk kekerasan pelan-pelan mulai banyak menyita kerisauan kita. Pemberitaannya tidak hanya monopoli "koran kuning", tetapi juga oleh "koran elite" bangsa kita. Barangkali orang masih akan memperdebatkan tentang apakah kekerasan di Indonesia benar-benar semakin meluas, apakah bukannya merupakan hasil pemberitaan media massa yang makin intensif? Perdebatan metodologis seperti itu bolehlah kita kesampingkan, oleh karena yang tampak sekarang adalah menguatnya perasaan takut kepada kejahatan (fear of crime).

  • June 30, 2008

    Oleh: Suparman Marzuki

    Salah satu kesamaan praktik rezim otoritarian dimanapun adalah digunakannya hukum sebagai kerangka legal bagi upaya prevensi dan represi status quo kekuasaan. Hukum yang dipergunakan tentulah hukum-hukum yang sesuai dengan kerangka negara otoritarian. Ciri dari hokum demikian itu: Pertama, rumusan hukum materiil-formil-nya menghindari kejelasan dan kepastian. Kedua, diabaikannya prinsip-prinsip dan azas-azas hukum, dan ketiga, penaklukan intsitusi penegak hukum berada di bawah kontrol eksekutif.

  • May 10, 2008

    Oleh: Suparman Marzuki 

    Tulisan bung Erwin (Republika,25/9/01) yang judulnya saya kutif persis sangat menarik. Dengan kalimat lugas ia menyebut korupsi yang melilit  republik ini sudah  sistemik, tidak lagi sistematis karena menurutnya, “kalau dalam korupsi sistematis yang terjadi adalah abnormalitas atas normalitas, maka pada korupsi sistemik yang terjadi lebih mendalam, yaitu normalitas atas abnormalitas”.

‹‹  prev | 3 |  next  ››
Indonesia
versi Bahasa Indonesia
Research
research held by PUSHAM UII
Library
a library of PUSHAM UII
T-Shirts
T-shirt produced by PUSHAM UII
Bulletin
bulletin published by PUSHAM UII
Books
books published by PUSHAM UII
Newsletter & Comics
newsletter and comic published by PUSHAM UII
Catatan Pinggir
short analysis about human rights
Catatan Pinggir
March 17, 2021

Oleh: Dr. Despan Heryansyah, SHI., SH., MH.
(Peneliti Pusat Studi Hukum Konstitusi (PSHK) FH UII Yogyakarta)

Terminologi yang penulis gunakan dalam artikel ini adalah “pemilukada”, bukan “pilkada”, bukan pula “pemilihan” seperti yang selama ini digunakan. Terkait dengan pemilihan kepala daerah, terdapat perdebatan panjang yang melelahkan bahkan sampai hari ini belum selesai, yaitu apakah rezim pemilihan kepala daerah termasuk rezim pemilu, ataukah rezim pemilihan kepala daerah.

News
November 5, 2020
Saat ini, terdapat sembilan (9) UPT Pemasyarakatan di Jogjakarta yang baru saja melembagakan ULD yaitu: Lapas Kelas IIB Sleman, Rupbasan Kelas I Yogyakarta, Rutan Kelas II Bantul, Rupbasan Kelas II Bantul, Rutan Kelas IIB Wates, ...
October 20, 2020
Merespon perintah langsung dari Pasal 37 UU No. 8 Tahun 2016 tersebut, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjend PAS) pada tanggal 1 Sepetember 2020 lalu mengesahkan Surat Edaran Nomor: PAS-18.HH.01.04 Tahun 2020
October 13, 2020
Policy Brief yang diajukan oleh Pusham UII kepada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta, mengenai pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD)
October 8, 2020
Policy Brief yang diajukan oleh Pusham UII kepada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Istimewa Yogyakarta, mengenai pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD)...